{"id":4636,"date":"2016-09-22T14:59:44","date_gmt":"2016-09-22T14:59:44","guid":{"rendered":"http:\/\/www.grahabuku.com\/?post_type=product&#038;p=4636"},"modified":"2016-10-07T11:43:03","modified_gmt":"2016-10-07T11:43:03","slug":"muawiyah-bin-abu-sufyan","status":"publish","type":"product","link":"https:\/\/www.grahabuku.com\/index.php\/product\/muawiyah-bin-abu-sufyan\/","title":{"rendered":"Muawiyah bin Abu Sufyan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Mu\u2019awiyah bin Abu Sufyan <i>Radhiallahu \u2018nhuma<\/i> telah menjadi orang besar sejak Rasulullah <i>Shallallahu \u2018Alaihi wa Sallam<\/i> masih hidup, yaitu sebagai salah seorang penulis wahyu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di zaman kekhalifahan Abu Bakar <i>Radhiallahu \u2018anhu<\/i>, Mu\u2019awiyah adalah salah seorang panglima penting dalam penaklukan Syam. Pada masa Umar <i>Radhiallahu \u2018anhu<\/i> , Mu\u2019awiyah <i>Radhiallahu \u2018anhu<\/i> telah muncul menjadi sosok yang unggul hingga khalifah Umar menyerahkan Damaskus dan Ba\u2019labak di bawah kepemimpinannya. Dan di masa Utsman , Mu\u2019awiyah meraih puncak pencapaian yang gemilang; berhasil menaklukkan banyak wilayah di Syam, salah satu pusat kekuatan Romawi paling kokoh ketika itu. Dan di masa itu pula, untuk pertama kali, umat Islam berhasil membentuk pasukan angkatan laut yang hebat, dan ini sekali lagi adalah jasa Mu\u2019awiyah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetapi ketika Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, kenapa Mu\u2019awiyah tidak mau berbai\u2019at? Sikap Mu\u2019awiyah ini kemudian memicu berbagai peristiwa besar: Perang Shiffin, peristiwa tahkim, munculnya Khawarij, munculnya agama Syi\u2019ah; yang hingga kini semua itu terus menjadi bahan kajian menarik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buku ini, mengulas secara faktual disertai dengan analisa yang kuat, semua yang terjadi dalam kurun waktu itu, kasus demi kasus; sehingga berbagai peristiwa yang tampak bagaikan tumpukan peristiwa acak, dan fitnah tumpang tindih menjadi terurai dan terpetakan dengan jelas. Di antara gerakan Jihad yang dilakukan Mu\u2019awiyah adalah menghadapi Romawi Byzantium yang berpusat di Konstantinopel, yang ketika itu adalah palang pintu benua Eropa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan yang paling spektakuler adalah keberhasilan Mu\u2019awiyah menaklukkan Afrika Utara seluruhnya. Kemudian menaklukkan ke arah timur hingga mencapai Khurasan, Sijistan, dan negeri-negeri seberang sungai Jaihun (kini: Sungai Amu Darya). Mu\u2019awiyah telah mengabdikan hidupnya di jalan Allah selama empat puluh tahun; dua puluh tahun sebagai gubernur dan dua puluh tahun sebagai khalifah, yang sepanjang masa itu penuh dengan torehan jasa yang luar biasa bagi kaum Muslimin. Tetapi di akhir hidupnya, mengapa Mu\u2019awiyah membai\u2019at putranya, Yazid? Padahal kala itu masih banyak para sahabat hebat yang masih hidup. Kemudian di zaman Yazid inilah cucu Nabi <i>Shallallahu \u2018Alaihi wa Sallam<\/i>, al-Husain bin Ali <i>Radhiallahu \u2018anhuma<\/i> terbunuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang bertanggung jawab? Lebih dari itu, apa sebenarnya yang menyebabkan hari terbunuhnya al-Husain diperingati oleh agama Syi\u2019ah sebagai hari yang utama dalam agama mereka? Kemudian, jauh hari setelah al-Husain terbunuh, khurafat tersebar simpang siur, hingga tidak kurang dari enam kota besar di berbagai belahan bumi ini mengklaim bahwa kepala al-Husain dimakamkan di sana; di mana sebenarnya kepala al-Husain dimakamkan? Buku ini adalah salah satu rujukan sejarah yang penting bagi kaum Muslimin. Dan ini adalah salah satu usaha kami untuk ikut mengurai sejarah yang telah dibuat kusut oleh para Orientalis dan Syi\u2019ah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mu\u2019awiyah bin Abu Sufyan Radhiallahu \u2018nhuma telah menjadi orang besar sejak Rasulullah Shallallahu \u2018Alaihi wa Sallam masih hidup, yaitu sebagai salah seorang penulis wahyu. Di zaman kekhalifahan Abu Bakar Radhiallahu \u2018anhu, Mu\u2019awiyah adalah salah seorang panglima penting dalam penaklukan Syam. Pada masa Umar Radhiallahu \u2018anhu , Mu\u2019awiyah Radhiallahu \u2018anhu telah muncul menjadi sosok yang unggul<\/p>\n","protected":false},"featured_media":4637,"template":"","meta":[],"product_cat":[694],"product_tag":[552,664,574],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.grahabuku.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/product\/4636"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.grahabuku.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/product"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.grahabuku.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/product"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grahabuku.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4637"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.grahabuku.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"product_cat","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grahabuku.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/product_cat?post=4636"},{"taxonomy":"product_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.grahabuku.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/product_tag?post=4636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}